Jangan Takut Gagal – Reski Yanda Putri dan Perjalanan Beasiswa BIDIKSIBA Bukit Asam

oleh -23 Dilihat
oleh
Foto/istimewa

LAHATSATU.ID, JAKARTA  – Keinginan Reski Yanda Putri untuk melanjutkan pendidikan ke luar Pulau Sumatera membawanya pada sebuah kesempatan yang mengubah Perjalanan hidupnya. Wanita kelahiran 20 Oktober 2020 ini akhirnya menemukan jalan berkuliah di Pulau Jawa melalui Program BIDIKSIBA (Beasiswa Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam).

Putri bercerita awal mula dirinya mendapatkan informasi mengenai program beasiswa pendidikan dari Bukit Asam ini diperoleh dari salah satu pegawai di desa tempat tinggalnya. Berangkat dari informasi tersebut, Putri pun langsung mendatangi kantor Bukit Asam dan mendapatkan formulir pendaftaran program BIDIKSIBA.

Perjuangan dan tekad ini pun berbuah manis, Putri akhirnya diterima di Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Program Studi Administrasi Bisnis. Baginya, berkuliah di Malang bukan sekadar berpindah kota.

Selama tiga tahun di Malang, Putri menemukan banyak pengalaman baru. Tinggal jauh dari Sawahlunto mempertemukannya dengan lingkungan, budaya, bahasa, dan pola pikir yang berbeda. Ia juga aktif mengikuti komunitas serta berbagai kegiatan kampus yang membantu mengembangkan kemampuan dan jejaring.

“Karena saya ini sebenarnya pribadi yang cukup jarang untuk keluar kota sebelumnya, jadi beneran berasa melihat dunia yang baru ketika menempuh pendidikan di Kota Malang,” kenangnya.

Pengalaman tersebut membentuk kepercayaan dirinya dan memperkaya keterampilan yang ia bawa hingga memasuki dunia kerja. Menurutnya, BIDIKSIBA menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya.

“Itu luar biasa bisa mengubah hidup saya 180 derajat. Dari pekerjaan, mindset, kemudian soft skill yang saya punya, banyak hal yang berubah dalam hidup saya,” ujarnya.

Perjalanan Putri menjadi salah satu gambaran dampak BIDIKSIBA dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional PTBA. Di Sawahlunto, program ini terus mendapat antusiasme masyarakat, terutama dari keluarga prasejahtera yang ingin memberikan kesempatan pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka.

Bagi Putri, kesempatan tersebut layak dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia mengajak generasi muda untuk berani menjalani proses, termasuk ketika menghadapi kegagalan.

“Jangan takut gagal dalam proses apa pun. Kalau gagal, tidak apa-apa, karena saya tahu di depannya akan ada kemenangan yang akhirnya akan saya syukuri,” pesannya