Miris, Anak Pemulung Tidak Bisa Baca Tulis, IPI Lahat Buat Rumah Belajar di TPA Gumay Talang

oleh -25 Dilihat
oleh
LAHATSATU.ID -- Relawan sedang mengajar anak pemulung, d rumah belajar inspirasi, di TPA Gumay Talang Kabupaten Lahat

LAHATSATU.ID, LAHAT — Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Koordinator Wilayah Kabupaten Lahat, membuat rumah belajar insipirasi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat. Program tersebut sudah berjalan lebih kurang 2 bulan, dan diikuti puluhan anak pemulung yang banyak tidak bisa membaca dan menulis.

Rizky Ardiyansyah Pengurus IPI Kabupaten Lahat sekaligus founder Rumah Belajar Inspiratif menjelaskan, program tersebut sudah berjalan sekitar 2 bulan. Awalnya mereka ragu membuka rumah belajar, karena khawatir para pemulung tidak mengizinkan anaknya untuk belajar. Karena mereka harus bekerja mengais sampah, untuk bisa makan sehari-hari. Namun berkat pendekatan dan sosialisasi aktif yang mereka lakukan, para pemulung rela melepas anak-anaknya untuk ikut belajar di rumah belajar inspirasi.

Awalnya tempat belajar persis di tengah-tengah tumpukan sampah, di tempat pembungan akhir sampah (TPA). Namun para pemulung dengan ruka rela mencarikan tempat, dengan memanfaatkan bangungan di TPA yang tidak digunakan. Mereka bergotong royong setiap selesai bekerja, agar tempat nya bersih. Sehingga lokasi cukup kondusif dan nyaman, dan anak-anak bisa belajar dengan riang gembir.

Tambah Rizki, awal rumah belajar dimulai mereka cukup terkejut, karena banyak anak pemulung yang tidak bisa membaca dan menulis. Padahal mereka ikut sekolah formal, dan sudah duduk di kelas 3 hingga kelas 6 Sekolah Dasar. Namun hal tersebut justru mematik semangat para relawan, untuk berjuang agar anak pemulung bisa mengejar ketertinggalan.

“Kami berusaha agar anak-anak bisa membaca dan menulis terlebih dahulu, baru program mengajarnya disesuaikan dengan kemampuan mereka,” tegas Rizki, Selasa (8/9/2026)

Ketua Ikatan Pemulung Indonesia Koordinator Wilayah Kabupaten Lahat Tommy Sahara menegaskan, para pemulung membutuhkan perhatian semua pihak. Sehingga ia mengajak semua pihak untuk ikut membantu baik dengan materi, atau pun dengan tenaga. Makanya mereka membuka volunter sukarelawan untuk mengajar, karena masih kekurangan tenaga pengajar.

IPI Korwil Lahat juga membuka peluang bagi semua pihak, untuk berkolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat terhadap para pemulung di Kabupaten Lahat. Agar potensi terpendam yang dimiliki pemulung bisa dioptimalkan, tentunya dengan bimbingan dan pendampingan. Tujuannya agar mereka bisa memiliki kemampuan dan sumber daya untuk mandiri, dan terlepas dari kemiskinan dan keterbelakangan

“Yang urgen mereka butuh akses pendidikan dan kesehatan, serta program pemberdayaan berkelanjutan agar bisa mandiri,” imbuh Tommy. (mg10)