LAHATSATU.ID, LAHAT — Suasana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lahat, tampak riuh oleh ratusan siwa. Meski duduk berjajar rapi di ruang aula sekolah, namun satu sama lain tampak berbisik. hal ini karena rasa penasaran akan sosok seorang direktur perusahaan pembangkit listrik, yang akan menjadi guru belajar merek hari ini. Rasa ingin tau semakin tinggi, tak kala guru memberi informasi bila sang direktur juga lulusan SMK dan sempat memimpin bawahan yang lulusan universitas luar negeri.
Rasa penasaran mereka terobati, setelah sosok pria menggunakan kaca mata melangkah menuju mereka. Penampilannya sangat sederhana dan bersahaja, dan tak ada pengawalan atau pun protokoler ketat. Padahal dia seorang pucuk pimpinan perusahaan pembangkit listrik berskala nasional, yang mensuplai energi di Indonesia. Ia hanya didampingi Executive Vice President (EVP) PLTU Banjarsari PUtut Dwidjoseno.
“Perkenalkan nama saya Julismi, saat ini saya mendapat amanah menjadi Direktur Utama PT Bukit Pembangkit Innovative, PLTU Banjarsari. Saya juga lulusan SMK sama seperti kalian,” yang disambut tepuk tangan riuh ratusan siswa dan guru, di SMKN 1 Lahat.
Kahadiran bapak Julismi ke SMKN 1 Lahat, merupakan bagian program Banjarsari pinter dan cerdas, yang merupakan kegiatan CSR PLTU Banjarsari. Pada program tersebut terdapat kegiatan Banjarsari mengajar, yang akan dilakukan oleh managemen hingga level paling atas yakni tingkat direksi.
Pada kegiatan Banjarsari mengajar ini, para siswa sangat antusias mendengarkan penjelasan materi yang diberikan. Bahkan mereka berebut bertanya, terutama terkait dunia kerja pada dunia pembangkit listrik di indonesia. Sebab meski masih bersekolah, para siswa ingin tau lebih dalam mengenai dunia kerja untuk bekal dimasa mendatang.
“Disiplin, Rajin Belajr, Restu orangtua dan berdoa. Itu kunci saya, bisa seperti sekarang,” ujar Julismi.
Misniati Kepala Sekolah SMKN 1 Lahat mengaku, cukup terkejut sekaligus terharu dengan program Banjarsari mengajar. Pihaknya cukup sering didatangi perusahaan untuk berbagi ilmu, namun yang datang paling tinggi setingkat supervisor atau manager saja.
“Ini malah yang datang mengajar langsung Direktur Utama nya, kami bangga dan sangat senang,” ujar Misniati.