LAHATSATU.ID, LAHAT — Kementrian Pertanian Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Lahat dan UPTD BPTPH Sumatera Selatan, menggelar bimbingan teknis untuk menekan turunya produktivitas padi petani. Kegiatan yang diikuti puluhan petani in juga melibatkan petugas pengendalian organismes pengganggu tumbuhan (POPT) di Kabupaten Lahat.
Kapoksi Pengendalian OPT Serealia, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gandi Purnama SP MSi mengatakan bimtek ini bagian dari peningkatan kapasitas petugas POPT dalam melakukan pengamatan, mitigasi, hingga penanganan serangan OPT di lapangan.
Dalam bimtek tersebut, Yadi Kusmayadi SP, Praktisi Perlindungan Tanaman Pangan Indonesia, dihadirkan untuk berikan materi dalam kegiatan tersebut. Mulai dari cara membunuh hama tikus menggunakan racun hingga pengasapan, serta materi lainnya terkait pengendalian hama padi.
Langkah tersebut diawali melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian OPT oleh UPTD BPTPH Sumatera Selatan dengan melibatkan petugas POPT dan petani padi di Desa Banjar Negara, Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat. Sehingga pengendalian tak hanya mengandalkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di lapangan, petani juga disiapkan untuk jadi pengamat, sekaligus pengendali hama sejak dini.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Lahat, Indahermansyah melalui Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Alfatah Dwi Putra menerangkan, kedepan rencananya, petugas yang telah ikuti bimtek akan mendapatkan pelatihan lanjutan di pusat pelatihan Jatisari, Karawang. Setelah itu, mereka akan kembali ke daerah, untuk melatih para petani di Lahat.
“Program ini diharapkan, mampu menciptakan jaringan pengamatan hama hingga tingkat petani, sehingga potensi gagal panen akibat serangan OPT, dapat ditekan dan produksi padi di Kabupaten Lahat tetap terjaga,” terang Al Fatah. (mg10)





