Tidak Ada Truk Batubara, Warga Merapi Sudah Sudah Buka Pintu & Bermain Di Teras

oleh -22 Dilihat
oleh
LAHATSATU.ID, -- Antrian truk batubara di sebuah SPBU di kota Lahat. Foto diambil beberapa waktu lalu

LAHATSATU.ID, LAHAT — Intruksi Gubernur Sumsel yang melarang truk angkutan batubara melintas di jalan raya, langsung berdampak pada aktivitas masyarakat. Terutama mereka yang tinggal dan bermukim di tepi jalan raya, di wilayah Kecamatan Merapi Barat dan Merapi Timur Kabupaten Lahat. Warga kini merasakan udara yang lebih bersih, dan mulai membuka pintu dan jendala rumah sudah berani bermain di teras rumah.

Pantauan di Lapangan, baik pagi, siang dan malam hari, suasana lalulintas di jalan lintas Sumatera Lahat-Muaraenim tergolong lengang. Tidak ada penumpukan kendaraan signifikan, terutama dari jejeran angkutan batubara pada malam hari. Hanya beberapa truk tronton tanpa muatan sesekali terlihat, selebihnya kendaraan umum dan pribadi.

Perubahan signifikan lalulintas sini, merupakan imbas dari intruksi Gubernur Sumsel yang melarang angkutan truk batubara melintas di jalan raya. Sehingga jarak tempuh Lahat-Muarenim menjadi lebih cepat dari biasanya, tanpa ada konvoi batubara. Kualitas udara di sepanjang jalan jauh lebih baik, karena tidak ada debu dari truk batubara yang bertebangan seperti biasa.

Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menyebut kebijakan itu membawa perubahan nyata bagi kehidupan sosial warga. Lingkungan permukiman yang sebelumnya dipenuhi debu kini terasa lebih bersih dan nyaman. Termasuk juga rasa khawatir keselamatan beraktivitas terutama di jalan raya, berlahan mulai hilang.

Tambahnya, penduduk yang bermukim ditepi jalan sudah membuka pintu dan jendela rumah. Karena kualitas udara sudah lebih baik, dibanding sebelumnya. Anak-anak dan lansia juga mulali berani bermain dan beraktivitas di teras dan sekitar rumah, karena merasa sudah aman.

“PErubahan kecil, yang berdampak besar bagi warga,” ujar Widya Ningsi, saat Groudbreaking Underpas PT MIP, Sabtu (17/1/2026).