Keren! Predikat A Dinsos Lahat Tidak Tergoyahkan

oleh -18 Dilihat
oleh
Dinas Sosial Lahat saat gelar FGD terkait standar pelayanan publik. Foto Ist

Lahat, lahatsatu.id – Peningkatan kualitas pelayanan publik, masih jadi fokus utama Dinas Sosial Kabupaten Lahat saat ini. Sebagai bentuk komitmen, Dinas Sosial Lahat bahkan menggelar Forum Group Discussion (FGD), tentang standar pelayanan publik dan evaluasi survei kepuasan masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lahat, Mirza Azhari, melalui Sekretaris, Budi Utama mengatakan, upaya peningkatan pelayanan jadi komitmen pihaknya. Mulai dari membenahi sistem pelayanan, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, agar masyarakat memperoleh layanan yang cepat, tepat dan profesional.

“Dari lima OPD yang jadi objek penilaian tahun 2024, Dinsos Lahat raih nilai A. Tahun ini ada 15 OPD jadi objek penilaian, kita berharap tahun i i kembali peroleh nilai A,” kata Budi Utama, Selasa (7/6/2026).

Budi menjelaskan, Dinas Sosial telah menerapkan sistem piket pelayanan, agar masyarakat tetap mendapat pelayanan optimal setiap hari kerja. Selain itu, seluruh pegawai juga diminta memahami setiap program beserta persyaratan layanannya, sehingga mampu berikan informasi secara cepat tanpa harus menunggu petugas tertentu.

“Setiap pegawai minimal harus memahami program kerja dan syarat-syarat pelayanan. Dengan begitu, ketika masyarakat bertanya, informasi dapat langsung diberikan,” jelasnya.

Sementara itu, Penyuluh Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lahat, Hasdi menerangkan, Dinas Sosial bertindak sebagai garda terdepan kemanusiaan, yang memastikan program kesejahteraan menjangkau masyarakat rentan. Walaupun membutuhkan dukungan administratif, tugas pokoknya terletak pada terjun langsung ke lapangan.

“Tugas Dinas Sosial tidak sekadar menjalankan administrasi, tapi juga jadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan.

Di sisi lain, Syaifudin tokoh masyarakat sekaligus pemerhati sosial mengingatkan, pelayanan publik yang berkualitas harus dibangun dengan prinsip keterbukaan informasi. Ia mendorong pemanfaatan teknologi dalam pelayanan, agar proses jadi lebih efektif dan efisien.

“Pelayanan yang baik harus terbuka, cepat, efektif dan didukung aparatur yang profesional. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan terus meningkat,” ucapnya.(*)