Sebelum Jadi Korban Begal, Mahasiswi Unsri Sempat VC Orang Tua, Tampak Sedih

oleh -164 Dilihat
oleh
Tahlilan dikediaman Sertu Nasir, orang tua Nazwa Keyza Safira korban begal sadis. Foto ist

lahatsatu.id, Lahat – Meninggalnya almarhumah Nazwa Keyza Safira, mahasiswi Universitas Sriwijaya Palembang karena menjadi korban begal di kawasan jalan akses menuju Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Sabtu dini hari 3 Februari 2024, masih menyisakan duka bagi keluarga.

Malam ke dua takziah, Sertu Nasir, orang tua almarhumah Nazwa masih belum bisa menyembunyikan kesedihan di raut wajahnya. Rekan kerja, keluarga dan tetangga yang hadir dalam takziah, nampak terus berikan semangat ketabahan, sambil memeluk Sertu Nasir.

Kepada wartawan media ini, Sertu Nasir menceritakan malam sebelum kejadian, sekitar pukul 20.00 WIB anak perempuan satu-satunya itu, sempat video call (VC) kepadanya. Saat vc tersebut dikatakan Sertu Nasir, ada raut sedih di wajah anaknya.

Setelah berbincang tentang kabar dan aktifitas perkuliahan, Sertu Nasir lalu mengirim uang untuk anak ke tiganya itu.

“Malam itu saya kirim uang. Saat vc ia tampak sedih. Anak saya itu merasa kalau ia selalu membebaninya. Namun, malam itu saya bilang yang penting, Nazwa terus rajin belajar,” ujar Sertu Nasir, dibincangi usai, pembacaan yasin, dikediamannya, Minggu malam 4 Februari 2024.

Malam itu, Sertu Nasir menyebut tak ada firasat apapun, sampai sekitar pukul 02.00 WIB tiba tiba anaknya menelpon. Ketika diangkat, ternyata yang bicara bukan anaknya, melainkan perawat di rumah sakit, sambil mengabarkan kondisinya anaknya.

“Malam itu juga kami berangkat ke Ogan Ilir. Saat mendapatkan kabar itu, anak saya sudah meninggal,” ujarnya.

Menurut Nasir, selama ini anak gadisnya tersebut tidak pernah keluar malam. Namun, pada malam naas itu, anaknya di dirayu teman lelakinya yang ia sempat tolak. Namun, teman lelaki tersebut terus mengajak keluar dengan alasan mengajak makan.

“Selam ini anak kami itu tidak pernah keluar malam. Sungguh kami sangat kehilangan. Dia sangat sayang sama saya. Selain pintar dan atlet karate anak kami ini sangat sayang sama kucing,” sampainya.

Hingga saat ini, Sertu Nasir mengaku belum mendapat informasi mengenai perkembangan pembunuh anaknya tersebut. Dirinya berharap, aparat kepolisian segera menemukan pelakunya.

“Belum ada kabar mengenai pelakunya. Saya juga bingung kenapa anak saya itu ditusuk dari belakang. Saya berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku pembunuh anaknya,” sampainya.(mala)