Dilantik Jadi Ketua PWI Lahat, Pesan Edhi Amin Bikin Wartawan Tetap Kuat

oleh -13 Dilihat
oleh
Ketua PWI Sumsel, Kurnaidi ST melantik Ketua dan pengurus PWI Lahat. Foto Ist

Lahat, lahatsatu.id – Di tengah membludaknya tamu undangan yang memadati Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Senin (27/04/2026), pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat periode 2026–2029 justru melahirkan pesan kuat soal masa depan dunia pers.

Sekitar 600 undangan dari berbagai kalangan, mulai dari Bupati-Wakil Bupati Lahat, Ketua DPRD Lahat, Kejari Lahat, Panglima BZ-WIN Sudarman, GM Sumatera Ekspres, pihak perusahaan, jajaran OPD, camat, lurah, kepala desa, organisasi pers, ormas, tokoh masyarakat hingga warga, tumpah ruah memenuhi lokasi.

Antusiasme besar ini jadi bukti bahwa eksistensi PWI, masih mendapat perhatian luas dari masyarakat Kabupaten Lahat. Namun di balik ramainya acara, isu krusial tentang ancaman media sosial terhadap profesi wartawan, mencuat ke permukaan.

Bupati Lahat, Bursah Zarnubi dalam sambutannya, mengingatkan agar insan pers tidak lengah, menghadapi derasnya arus informasi digital yang kerap tak terverifikasi. Ia menegaskan bahwa tanpa kehati-hatian, kepercayaan publik terhadap pers bisa tergerus.

Menurut Bursah, derasnya arus media sosial saat ini, dinilai berpotensi menggerus eksistensi wartawan jika tidak disikapi dengan serius. Hal ini tentunya menurut Bursah, jadi peringatan tajam bagi dunia jurnalistik saat ini.

“Jangan sampai wartawan kalah oleh media sosial. Kalau tidak hati-hati, pers bisa kehilangan arah dan kepercayaan publik,” ujar Bursah, Selasa (28/6/2026).

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua PWI Kabupaten Lahat, Ehdi Amin, justru melontarkan pernyataan tegas yang menjadi penegasan sikap. Ia memastikan bahwa wartawan tidak akan kalah oleh media sosial.

“Wartawan tidak akan kalah dengan media sosial, selama tetap berpegang pada integritas dan menyajikan fakta, bukan hoaks,” tegas Ehdi Amin dihadapan para undangan, disela proses pelantikan.

Ehdi juga menegaskan komitmennya, untuk menjadikan PWI Lahat sebagai organisasi yang semakin profesional dan berintegritas. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga marwah pers serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.

“Pers masih memiliki posisi kuat sebagai sumber informasi terpercaya. Kecepatan media sosial tidak bisa menggantikan kredibilitas yang dibangun melalui proses jurnalistik. Saya berkeyakinan, ditengah gempuran media sosial, wartawan tetap akan berdiri sebagai penjaga fakta dan kebenaran,” ucap Ehdi.

Sementara, Ketua PWI Sumatera Selatan, Kurnaidi, turut mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Ia menilai profesionalisme wartawan adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kunci utama ialah, tetap disiplin terhadap Kode Etik Jurnalistik. Profesionalisme wartawan merupakan benteng terakhir, agar pers tetap dipercaya dan relevan sebagai sumber informasi yang akurat dan edukatif,” sampainya.(*)