Kala Tutut, Tommy dan Presiden Soeharto Masuk Tol, Bikin Penjaga Tol “Basah”, yang Baca Ketawa

oleh -167 Dilihat
oleh
Tommy dan Tutut Soeharto. Net

lahatsatu.id – Siapa yang tidak tahu dengan sosok Presiden RI kedua Soeharto, yang berkuasa 32 tahun atau dikenal sebagai penguasa Orde Baru (Orba).

Meski dikenal sebagai sosok yang tegas, ada saja cerita kocak yang membikin ketawa ngakak dari balik sosok Presiden Soeharto, meski masih ragukan kebenarannya.

Ya, cerita itu berawal saat anak sulung Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau dikenal Mbak Tutut, masuk salah satu jalan tol di Jakarta.

Meski anak seorang presiden, Tutut tetap menghentikan mobilnya untuk membayar, dan penjaga tol pun memberi tahu jika total pembayaran sebesar Rp 3.000.

Namun, Tutut tidak memiliki uang kecil, Ia pun memberikan uang Rp 50 ribu kepada penjaga tol.

“Ini bu kembaliannya,”kata si penjaga tol.

“Sudah simpan saja buat keluarga Anda,” jawab Tutut.

Tentu saja penjaga tol merasa kegirangan, karena ketiban rezeki besar, menerima uang Rp 47 ribu dari seorang anak presiden.

Si penjaga tol pun tidak lupa mengucapkan terimakasih kasih kepada Tutut, yang dianggapnya sudah memberikan rezeki besar, membuatnya “basah” hari itu.

Setelah beberapa jam, datang Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal Tommy Soeharto, masuk gerbang tol yang sama.

Sama seperti Tutut, Tommy yang merupakan putra bungsu Soeharto itu pun mengeluarkan uang untuk membayar biaya tol.

Namun Tommy langsung mengeluarkan uang Rp 20 ribu tanpa terlebih dahulu menanyakan biaya kepada penjaga tol.

Penjaga tol pun segera memberikan kembalian uang Tommy tersebut.

“Ini pak kembaliannya Rp 17 ribu,” kata si penjaga kepada Tommy.

“Sudah simpan saja buat sekolah anak Anda,” jawab Tommy sambil berlalu.

Hari itu merupakan hari yang beruntung bagi si penjaga tol yang mendapatkanrezeki dari dua anak presiden sekaligus.

Berselang beberapa jam datang juga mobil Presiden Soeharto yang juga masuk tol tersebut.

Meski orang paling berkuasa di RI kala itu, Soeharto tetap berhenti di pintu tol, dan langsung mengeluarkan uang Rp 5 ribu yang langsung diberikan ke penjaga tol.

Usai menyodorkan uang itu, mobil Soeharto tidak bergerak, Ia menunggu sekitar lima menit, lalu ditanyanya si pengaja tol itu.

“Loh, mana uang kembalian saya?,” tanya Soeharto.

Tanpa rasa takut, penjaga tol pun menjawabmenjawab, “Ah bapak, masa uang Rp 2 ribu aja dibalikin,”.

“Tadi Bu Tutut dan Pak Tommy lewat, kembaliannya Rp 47 ribu dan Rp 17 ribu aja diberikan ke saya, masa bapak yang Rp 2 ribu aja minta kembalian,” sambung si penjaga.

Soeharto pun langsung menjawab dengan sikap penjaga tol yang dianggap tidak pantas itu.

“Tunggu dulu! Anda tau siapa Tutut dan Tommy?,” tanya Soeharto kepada si penjaga tol.

“Ya, saya tahu pak,” jawab si penjaga tol dengan cakatan.

Jelas si penjaga tol tahu jika Tutut dan Tommy anaknya presiden.

“Pintar kamu, tau mereka anak presiden. Nah, sedangkan saya anak petani,” tegas Soeharto.

“Nah sekarang mana kembalian uang saya,” tanya Soeharto.

Sambil garuk-garuk kepada si penjaga tol pun memberikan kembalian uang Soeharto itu.(*)