LAHATSATU.ID, LAHAT — Dwi Saputra Mansyah ditangkap anggota Reskrim Polsek Merapi di sebuah rumah makan daerah Prabumulih, saat hendak melarikan diri dari kejaran polisi. Ia diduga telah menikam rekan kerjanya sendiri, saat bekerja di sebuah tambang batubara di wilayah Kabupaten Lahat. Pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan dibawa ke Kabupaten Lahat.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Peristiwa bermula ketika Saripudin sedang lakukan perawatan jalan loading Jumat (23/10/2026). Pada saat bersamaan, Dwi Saputra Mansyah mengoperasikan excavator di area yang sama. Bucket excavator yang dikemudikan Dwi disebut menghalangi laju dozer korban hingga memicu cekcok mulut.
Perselisihan kemudian meningkat setelah keduanya turun dari alat berat masing-masing, Dwi langsung mengambil senjata tajam jenis pisau dari dalam tas yang dibawanya, lalu menyerang korban hingga membuat Saripudin alami dua luka tusuk di dada kanan.
Namun saat berusaha bangkit, korban kembali diserang dan alami luka tusuk sayat di pipi kanan dan di bagian bawah telinga kanan. Beruntung saat itu, Septian, pengawas perusahaan datang dan menghentikan pertikaian itu. pelaku langsung kabur melalui jalur belakang perusahaan. Sedangkan korban, dilarikan ke RSUD Rabain Muara Enim untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah menerima laporan, Kapolsek Merapi, Polres Lahat, Iptu Edwar Habibi ST MM perintahkan Tim Amfibi Unit Reskrim Polsek Merapi Barat lakukan perburuan. polisi langsung melacak pelaku melalui satelit menggunakan cek post, diketahui pelaku tengah berada di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Tim Amfibi Unit Reskrim Polsek Merapi Barat langsung berkoordinasi dengan jajaran Polsek Lembak. Pelaku ditemukan tengah istirahat di RM Tahu Sumedang sembari menunggu travel, untuk membawa istri dan anaknya ke Kabupaten OKI, sedangkan pelaku sendiri berencana akan lanjut kabur menggunakan sepeda motor.
“Pelaku berhasil diamankan kurun waktu kurang dari 1 x 24 jam, sejak upaya pencarian dilakukan. Keberadaan pelaku diketahui setelah kita lakukan treking melalui satelit,” ujar Kapolsek Merapi. (mg10)





